Ema Elvira Juara Nasional Desain Motif Batik

Ragam kreasi batik dari berbagai daerah di Jawa barangkali sudah cukup dikenal kalangan luas. Namun bukan berarti kreasi batik Jambi tidak bisa bersaing. Coba saja lihat kreasi batik dari Ema, siswi kelas 9 SMPN 7 Kota Jambi ini berhasil membuktikan kepada masyarakat luas

bahwa batik Jambi mampu bertengger di posisi teratas nasional. Hal itu terbukti setelah gadis kelahiran 25 Maret 2000 ini mengikuti serangkaian Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), beberapa waktu lalu. Rancangan batik khas Jambi yang ia kreasikan diakui unik dan indah, sehingga berhasil menggeser kreasi batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Patin Menari. Itulah judul yang diberikan perempuan bernama lengkap Ema Elvira Ariyanti ini untuk hasil karyanya dalam lomba kemarin. Judul itu sesuai dengan corak motif batik yang ia buat dengan mengkombinasikan ikan patin kedalamnya. Ide untuk membuat corak patin itu sendiri menurutnya melalui beberapa proses.

“Temanya kan keragaman flora fauna di Indonesia. Awalnya mau pakai harimau, tapi ganti jadi candi Muaro Jambi. Cuma karena motifnya sulit, diganti ikan siluang, Ikan siluang itu ekornya agak gimana gitu, jadi diganti yang lebih mudah. Nah, kan di Jambi ini banyak budidaya ikan patin, jadi akhirnya pakai ikan patin,” tutur puteri pasangan Ir. Edy Heriyanto S dan Mariyah saat ditemui Tribun di sekolahnya, Jumat (22/8) pagi.

Untuk mempersiapkan lomba tingkat nasional tersebut, Ema menjalani latihan rutin di sebuah sanggar lukis di Taman Budaya Jambi dibawah bimbingan Kaimah. Ia meluangkan waktu setiap hari Senin dan Kamis untuk berlatih di sanggar, namun diluar itu ia juga mendapat bimbingan dari guru seninya, Elvitayanti.

Meski piawai dalam membuat sketsa batik, namun sulung tiga bersaudara ini mengaku batik bukanlah basic melukis yang ia miliki. Bahkan melukis batik baru mulai ia kenal tak lama setelah ia masuk SMP, melalui jalur tes keterampilan/bakat. Perkenalannya dengan batik dimulai saat ia diutus pihak sekolah untuk mengikuti lomba desain batik yang diadakan Dispora Kota Jambi. Tak disangka, dalam pengalaman pertama mengikuti desain batik, ia langsung mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.
“Dari situ, guru kesenian di sekolah nyuruh ikut sanggar di taman budaya, disitu diajarin sama bu Kaimah. Diajari dari awal teknik ngebatik itu gimana, teknik mewarnai, bikin sketnya, nentuin motifnya komposisinya dan lain-lain,” imbuhnya antusias.

Diakuinya, membuat motif batik lebih susah daripada melukis seperti yang ia jalani sejauh ini. Saat awal belajar, Ema mengaku kesusahan karena melukis batik membutuhkan kesabaran tinggi.

“Awalnya susah, lebih enak ngelukis. Kalau ngebatik itu harus tahu komposisinya, keseimbangan tata letaknya, trus harus jangan berat atas atau samping, goresannya juga harus lembut. Harus sabar, detailnya harus dilihat benar,” kata penyuka nasi goreng ini.

Sumber : jambi.tribunnews.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *