Unsur Sosial Wilayah Indonesia

A. Permasalahan Kependudukan

Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak nomor empat di dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat. Dengan jumlah penduduk yang banyak ini tentu saja mempunyai modal sumber daya manusia yang besar pula. Namun, apabila jumlah penduduk yang banyak ini memiliki kualitas yang rendah akan kurang bermanfaat dalam pembangunan. Penduduk yang mempunyai kualitas merupakan aset sangat penting dalam pembangunan. Sedangkan penduduk yang kurang berkualitas justru akan menjadi beban karena tidak mampu dan tidak dapat menghasilkan sesuatu lebih dalam menghadapi era globalisasi. Seperti sekarang ini. Mereka selamanya hanya menggantungkan kerja atau pendapatan orang lain.

Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui berbagai cara, antara lain sebagai berikut:

1. Sensus penduduk

Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, menghimpun dan menyusun serta menerbitkan data-data demografi, ekonomi, dan sosial, menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau wilayah tertentu. Dari data sensus dapat diketahui berapa jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tertentu. Berdasarkan pelaksanaannya, sensus dibedakan menjadi dua macam, sebagai berikut:

a. Sensus de yure
Sensus de yure adalah pencacahan penduduk yang hanya dikenakan kepada mereka yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah atau negara tersebut pada saat sensus di laksanakan. Sensus seperti ini tetap dilakukan pencacahan meskipun orang tersebut sedang tidak ada di tempat.

b. Sensus de facto
Sensus de facto adalah pencacahan penduduk yang dilakukan kepada setiap orang yang berada di wilayah atau negara pada waktu sensus dilaksanakan. Sensus digunakan berbagai kepentingan antara lain:
– mengetahui jumlah penduduk
– mengetahui pertumbuhan penduduk
– mengetahui kepadatan penduduk
– mengetahui komposisi penduduk

2. Regristasi penduduk
Regristasi penduduk merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk yang terjadi di tempat penduduk tersebut.

3. Survei penduduk
Survei memiliki pengertian hampir sama dengan sensus. Kalau sensus semua penduduk dilakukan pencacahan. Namun pada survei tidak semua penduduk dilakukan pencacahan. Hanya beberapa saja sebagai sampel. Menurut sifatnya, sensus bersifat umum, sedangkan survei bersifat khusus.

Dari ketiga cara untuk mengetahui jumlah penduduk suatu tempat akan negara, sensus penduduk merupakan cara yang dapat dipercaya kebenarannya dan lengkap. Sensus penduduk ini digunakan baik di negara berkembang maupun negara-negara maju.

 

B. Persebaran Penduduk yang Tidak Merata

Besarnya jumlah penduduk mempengaruhi perbandingan luas wilayah yang dihuninya. Makin besar jumlah penduduk suatu negara kepadatan penduduknya semakin tinggi. Selain itu, kepadatan penduduk juga ditentukan oleh tingkat persebarannya. Di Indonesia terdapat wilayah-wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Sementaa wilayah lain memiliki kepadatan penduduk rendah. Kepadatan penduduk Indonesia pada tahun 2005 adalah 116 jiwa/km2. Apabila dibandingkan dengan luas wilayah tidak terlalu tinggi. Namun karena persebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan terjadinya ketimpangan kepadatan penduduk suatu wilayah bila dibandingkan dengan wilayah lainnya. Pulau Jawa yang memiliki luas kurang lebih 12.750 km2 kepadatan penduduknya mencapai 1.001/km2. Sedangkan daerah di luar Pulau Jawa kepadatan penduduknya hanya 55 jiwa/km2.

 

C. Kualitas Penduduk yang Belum Baik

Kualitas penduduk merupakan komponen yang sangat penting. Karena dengan kualitas penduduk yang baik akan menunjang pembangunan. Kualitas penduduk merupakan tingkatan mutu penduduk pada suatu wilayah atau daerah baik secara fisik maupun nonfisik. Dengan ilmu kependudukan (demografi), kualitas penduduk dikelompokkan menjadi dua yaitu secara demografi dan nondemografi:

1. Kualitas penduduk secara demografi

Kualitas penduduk secara demografi dapat diketahui dari banyak sedikitnya angka kelahiran dan kematian. Pada umumnya, negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia memiliki tingkat kelahiran yang tinggi. Negara-negara yang miskin dan kacau seperti Ethiopia dan Somalia di Afrika memiliki tingkat kematian yang tinggi karena kualitas kesehatan penduduk negara-negara tersebut rendah.

2. Kualitas penduduk nondemografi

Kualitas penduduk nondemografi adalah kualitas penduduk dari pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

a. Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan kualitas penduduk. Indonesia telah mencanangkan program pendidikan dasar 9 tahun. Berdasarkan Pasal 4 UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkanbahwa pendidikan nasional bertujuan  mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pendidikan Indonesia, antara lain sebagai berikut:
1) Adanya pandangan masyarakat bahwa untuk mencari nafkah tidak perlu pendidikan tinggi.
2) Pendapatan perkapita penduduk relatif rendah sehingga kesulitan untuk membiayai sekolah.
3) Biaya pendidikan relatif mahal sehingga kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi hanya untuk mereka yang memiliki biaya.

b. Kesehatan
Tingkat kesehatan di Indonesia masih relatif rendah. Rendahnya kesehatan dikarenakan hal-hal sebagai berikut:
1) Sarana kesehatan yang masih relatif kurang.
2) Harga obat relatif mahal sehingga kurang terjangkau oleh masyarakat.
3) Rumah sakit yang peralatannya memadai masih terpusat di kota-kota besar.

Pemerintah berusaha meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Usaha pemerintah, antara lain sebagai berikut:
1) Memperbanyak sarana kesehatan dengan membangun pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) serta unit pelayanan kesehatan yang lain.
2) Memperbanyak produksi obat-obatan sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan dengan harga yang terjangkau.
3) Mengadakan penyuluhan tentang gizi dan arti penting kesehatan.
4) Mendistribusikan peralatan kesehatan di rumah sakit daerah.

c. Pendapatan
Setiap manusia mempunyai kebutuhan baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan. Untuk memperolehnya, manusia harus bekerja. Dengan bekerja akan menerima upah/hasil. Upah/hasil yang diperoleh bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan. Tingkat pendapatan suatu negara merupakan faktor penting untuk melihat kualitas penduduk dari aspek ekonomi. Tingkat pendapatan penduduk suatu negara diperoleh dari berbagai sektor lapangan kerja. Untuk mengetahui tingkat pendapatan penduduk,dibuat patokan yang didasarkan pada rata-rata pendapatan perkapita.

Pendapatan per kapita dalam istilah asingnya disebut Personal Capital Income (PCI) adalah pendapatan rata-rata setiap orang selama satu tahun. Untuk mengetahui pendapatan per kapita dengan cara membagi pendapatan nasional kotor (GNP) dibagi jumlah penduduk. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

PCI =GNP/P

Keterangan:
PCI = pendapatan per kapita (Personal Capital Income)
GNP = pendapatan nasional kotor (Gross National Product)
P = jumlah penduduk (Population)

Pada dasarnya pendapatan per kapita negara-negara di dunia digolongkan menjadi 3 macam yakni:
a. Negara miskin, memiliki pendapatan per kapita 0–$ 300.
b. Negara berkembang, memiliki pendapatan per kapita $300–$1.000.
c. Negara maju, memiliki pendapatan per kapita lebih dari $ 1.000.

Pendapatan per kapita Indonesia sebesar $ 621, sehingga Indonesia dikelompokkan negara sedang berkembang, lebih rendah bila dibanding negara-negara anggota ASEAN. Meningkatnya pendapatan nasional tidak ada artinya bila pertumbuhan tetap tinggi, karena meningkatnya pendapatan nasional akan dikonsumsi tumbuhnya penduduk.

 

D. Upaya Mengatasi Masalah Kependudukan

1. Jumlah penduduk yang besar

Jumlah penduduk yang besar akan berdampak pada berbagai sektor seperti sektor pendidikan, kesehatan pendapatan dan lingkungan. Dampak lain dari jumlah penduduk yang besar antara lain kemiskinan, banyaknya perpindahan penduduk dan sulitnya mencari lapangan kerja, terjadi  pengangguran yang banyak. Lebihlebih setelah Indonesia dilanda krisis, banyak permasalahanpermasalahan yang harus menutup usahanya.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha, antara lain sebagai berikut:
a. Mensosialisasikan program keluarga berencana dari masyarakat desa sehingga masyarakat kota.
b. Peningkatan produksi pertanian dengan pemberian bantuan bibit, obat-obat, serta pupuk.
c. Menyebarluaskan pendidikan kependudukan ke berbagai jenjang pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam bidang kependudukan.
2. Upaya mengatasi jumlah penduduk yang tidak merata

Berbagai macam usaha yang dilakukan pemerintah dalam rangka mengatasi jumlah penduduk yang tidak merata antara lain:
a. Menggalakkan program transmigrasi dengan menyediakan fasilitas bagi transmigran, seperti tempat tinggal, penyediaan lahan dan mempermudah proses pelaksanaan transmigrasi.
b. Mempermudah pelayanan kepada penduduk yang akan bertransmigrasi.
c. Untuk mengatasi kepadatan penduduk terutama di kota-kota besar pemerintah melaksanakan pembangunan dengan membuka lapangan kerja di daerah pedesaan.

3. Kualitas penduduk yang belum baik

Selain jumlah penduduk yang besar, persebaran penduduk yang tidak merata, permasalahan kependudukan yang dihadapi negara kita adalah kualitas penduduk yang belum baik. Kualitas penduduk ini dilihat dari berbagai bidang, antara lain sebagai berikut:

a. Bidang pendidikan

Penduduk Indonesia belum seluruhnya memperoleh pendidikan. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya untuk pendidikan, masih terbatasnya tenaga pengajar, dan masih kurangnya sarana serta fasilitas mengajar. Untuk mengatasi permasalahan penduduk Indonesia dalam bidang  pendidikan dilakukan berbagai usaha sebagai berikut:
1) Dilaksanakan program wajib belajar 9 tahun.
2) Pemberian Bantuan Operasional Siswa (BOS) kepada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
3) Pemberian beasiswa kepada anak dari keluarga prasejahtera (kurang mampu) maupun siswa berprestasi.
4) Pembangunan dan penambahan sarana kegiatan belajar mengajar.
5) Peningkatan kesejahteraan kepada para pengajar (guru).
6) Peningkatan kualitas pada para pendidik dengan cara sertifikasi.

b. Bidang kesehatan

Tingkat pendapatan penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan dan kawasan kumuh yang masih rendah menyebabkan penduduk sulit untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai usaha untuk memperbaiki tingkat kesehatan penduduk, antara lain sebagai berikut.
1) Peningkatan gizi keluarga melalui pemberian subsidi kesehatan, berbagai penyuluhan dan pengobatan secara cuma-cuma.
2) Peningkatan kesehatan terutama ditujukan pada peningkatan kualitas permukiman. Di sini tersirat perlunya usaha penyediaan dan pemasyarakatan penggunaan jamban keluarga, tersedianya air bersih, dan pola hidup sehat serta upaya penanganan medis.
3) Memasyarakatkan penggunaan obat murah yang bermutu (generik) dan pemberian Asuransi Kesehatan (Askes) bagi masyarakat kurang mampu.
4) Menempatkan tenaga medis ke seluruh rumah sakit dan puskesmas yang tersebar ke seluruh pelosok tanah air.

c. Bidang pendapatan penduduk

Untuk mengatasi rendahnya pendapatan nasional pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha, antara lain sebagai berikut:
1) Meningkatkan pendapatan nasional dengan mengembangkan sektor migas dan nonmigas.
2) Peningkatan dan perluasan lapangan kerja di berbagai sektor.
3) Memberi bantuan modal kepada para petani dan peternak.
4) Menarik pada investor asing untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan masuknya investor asing akan mendorong tumbuh dan berkembangnya industri dalam negeri, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *